Skip to main content

Aku Sebuah Buku


Aku sebuah buku.
Engkau bebas menuliskan apapun padaku
Engkau bebas mau menjadi tokoh apapun disetiap ceritaku
Apakah itu sosok inspiratif, penyayang, pemarah, baperan, sekalipun sosok yang konyol
Semua itu tertulis dalam diriku, olehmu.

Aku sebuah buku.
Jangan pernah nilai aku dari coverku
Kenalilah aku lebih dekat dengan membacaku, jangan dari mulut orang lain
Jangan baca aku setengah-setengah
Karena nanti kau tak dapat amanat di ujung kisah
Kau boleh mengutip kata-kata bijakku, juga belajar banyak dari setiap kisah yang digoreskan padaku

Aku sebuah buku
Aku bisa menjadi baik, pun bisa menjadi buruk
Aku bisa memotivasi, juga bisa menjadi aliran nasionalis kiri
Kadang tertulis dalam diriku, tentang sosok idealis, juga tak lupa tentang sosok yang agamis

Aku sebuah buku
Aku bisa membuatmu baper setengah mati, juga benci sepenuh hati
Aku siap menjadi pelabuhan untuk setiap kisah, karya, prestasi juga cinta gilamu.

Semua tergantung padamu
Mau membaca atau menulis sejarah dalam lembar-lembar kosongku

Satu pesanku, jangan biarkan aku berdebu !

Comments

Popular posts from this blog

Masyarakat Adat Kemantan ; Berbenah Dari Musibah.

Tak terasa kami sudah memasuki tiga minggu terakhir dalam menjalani PKL ini. Artinya, sudah memasuki minggu ke enam kami belajar langsung tentang praktik pengelolaan hutan di tingkat tapak yang dilakukan oleh KPH. Sesuai jadwal, minggu ke enam adalah jadwal kami untuk melihat potensi ekowisata yang ada dalam kawasan KPHP Kerinci. Pada hari ini, tanggal 28 Juli 2020, jadwal kami adalah melihat potensi ekowisata yang ada di Hutan Adat Tigo Luhah Kemantan. saya tidak begitu tahu banyak perihal hutan adat yang ada di kemantan ini. setelah saya coba cari tahu di internet, saya takjub karena ternyata hutan adat yang ada di kemantan ini merupakan hutan adat pertama yang ada di indoensia yang di sahkan oleh menteri LHK pada tahun 2016.  Saya bersama teman-teman yang lain, disambut baik oleh ketua adat tigo luhah kemantan di rumahnya. setelah berbincang sebentar dan mengisi buku tamu, kami bergegas untuk melakukan perjalanan menuju air terjun yang ada di dalam hutan adat. perjalanan ini, ka...

Buku Hijau

Untukmu saksi bisu. Denganmu garis-garis perjuangan ku ukirkan. Denganmu bait-bait cinta kurangkaikan. Denganmu segala sendu kusampaikan. Dan denganmu jutaan semangat ku hamburkan. Kau hanya diam tersenyum melihatku menulis diatasmu. Kaulah sahabat sebenar-benar sahabat. Tidak khianat. Sekarang tetaplah bisu. Tapi nanti setelah aku mati. Ceritakanlah sejarah juang dan mimpi-mimpiku pada manusia dan semesta. Karena aku hanyalah manusia egois yang ingin jiwaku tetap hidup, walau raga telah tiada. Sahabat, kau akan menjadi pemantik perubahan dunia. Terima kasih sahabatku, setia selalu. Walau kita terpisah oleh dimensi ruang dan waktu. ~dorelefendi