Skip to main content
Mari ucapkan apa-apa yang menjadi mimpi kita. Karena tuhan tidak pernah mengistirahatkan Malaikat-malaikat-Nya untuk mencatat do'a-do'a manusia.

Begitu kira-kira kalimat yang dapat aku ucapkan untuk menggambarkan apa yang telah terjadi padaku terakhir ini.
Di sebuah warung bakso, duduklah Aku, Andika serta Padli. waktu itu sekitar bulan Agustus tahun 2019. Cengkrama hangat menemani perbincangan kami waktu itu. Semenjak Padli berhenti kuliah, kami memang jarang bertemu. Semua hal kami ceritakan dalam pertemuan kali itu. "Aku pengen ke Padang." Ucapku pada dua sahabatku itu. "Tetatpi aku tidak tahu kapan akan ke sana. Karena memang susah dalam menentukan waktu untuk sebuah perjalanan serta aku juga belum ada tabungan untuk itu." Tambahku. Andika dan Padli juga kelihatan sangat tertarik dengan kalimat pertama ku. mereka juga tetap dengan permasalahan yang sama.

Berawal dari sebuah wacana. Kemudian ditanamkan menjadi sebuah niat yang dengan penuh harap suatu saat akan terkabul dengan cara-cara Tuhan yang tidak disangka manusia.

Hari berlalu, detik diganti menit dan menit diganti jam. Begitu seterusnya hingga penghujung Semester sudah di depan mata.

Comments

Popular posts from this blog

Masyarakat Adat Kemantan ; Berbenah Dari Musibah.

Tak terasa kami sudah memasuki tiga minggu terakhir dalam menjalani PKL ini. Artinya, sudah memasuki minggu ke enam kami belajar langsung tentang praktik pengelolaan hutan di tingkat tapak yang dilakukan oleh KPH. Sesuai jadwal, minggu ke enam adalah jadwal kami untuk melihat potensi ekowisata yang ada dalam kawasan KPHP Kerinci. Pada hari ini, tanggal 28 Juli 2020, jadwal kami adalah melihat potensi ekowisata yang ada di Hutan Adat Tigo Luhah Kemantan. saya tidak begitu tahu banyak perihal hutan adat yang ada di kemantan ini. setelah saya coba cari tahu di internet, saya takjub karena ternyata hutan adat yang ada di kemantan ini merupakan hutan adat pertama yang ada di indoensia yang di sahkan oleh menteri LHK pada tahun 2016.  Saya bersama teman-teman yang lain, disambut baik oleh ketua adat tigo luhah kemantan di rumahnya. setelah berbincang sebentar dan mengisi buku tamu, kami bergegas untuk melakukan perjalanan menuju air terjun yang ada di dalam hutan adat. perjalanan ini, ka...

Buku Hijau

Untukmu saksi bisu. Denganmu garis-garis perjuangan ku ukirkan. Denganmu bait-bait cinta kurangkaikan. Denganmu segala sendu kusampaikan. Dan denganmu jutaan semangat ku hamburkan. Kau hanya diam tersenyum melihatku menulis diatasmu. Kaulah sahabat sebenar-benar sahabat. Tidak khianat. Sekarang tetaplah bisu. Tapi nanti setelah aku mati. Ceritakanlah sejarah juang dan mimpi-mimpiku pada manusia dan semesta. Karena aku hanyalah manusia egois yang ingin jiwaku tetap hidup, walau raga telah tiada. Sahabat, kau akan menjadi pemantik perubahan dunia. Terima kasih sahabatku, setia selalu. Walau kita terpisah oleh dimensi ruang dan waktu. ~dorelefendi