Skip to main content

Posts

Kesadaran

     Hanya ada suara adzan di masjid ketika kami melakukan kunjungan ke salah satu rumah sakit di sudut kota. Mungkin karena malam, sehingga tempat ini tidak begitu ramai akan suara. Langkah kaki bergesek ke lantai terdengar, sesekali terdengar juga suara orang-orang yang melintas menghiasi perjalanan kami menuju ruangan B1, bagian rawat inap.      Sama seperti rumah sakit pada umumnya, Rumah Sakit Raden Mat Taher yang ada di Kota Jambi ini termasuk rumah sakit yang menghadirkan suasana mencekam. Bagiku rumah sakit selalu mencekam, terutama tentang kesedihannya. Orang-orang yang biasa bersama dengan tawa, kini mesti berlarut dengan kesedihan karena penyakit. Bahkan tidak sedikit yang mesti mendatangkan tangisan penuh kesedihan karena kematian.      Sebelum menaiki tangga menuju lantai dua, aku sempat meliihat seorang anak muda yang tidak sanggup lagi berjalan. Ia didorong diatas kursi roda bertangkaikan infus di samping kanannya. Tatapan...

Setiap Hari Bercerita

    Hari ini aku telah menghabiskan kurang lebih tiga jam di depan laptop. Membuka media untuk menuliskan sebuah cerita. Alhasil, aku tidak menemukan kisah yang akan aku ceritakan hari ini. Jenuh rasanya di sebuah tempat ngopi terbaik yang ada di sudut kabupaten, aku kemudian berniat pulang ke kontrakan.      Sendirian di motor, menjadikan aku hanya berbicara kepada diriku sendiri. Menyelami apa-apa yang telah aku lakukan seharian. Sibuk-sibuk tentang cerita, aku mencoba membuka diri tentang hidupku ini. Akhirnya aku bisa berdamai dengan diriku sendiri. Nostalgia menjadikan aku menyadari bahwa aku akan menjadi pencerita, setidaknya kepada diriku sendiri. Hal itu membuatku sadar, apa-apa yang aku lakukan akan menjadi cerita panjang hingga akhir hayat. Iya, artinya aku bercerita setiap hari penuh dalam hidupku.      Setiap hari bercerita menjadikan kita sadar bahwa kita mesti menjalani hidup ini dengan penuh makna. Karena kita sadar bahwa apa yang...

Belajar Dari Siapapun

Kita perlu menyelam dalam-dalam dalam diri, untuk lebih mengenali pribadi yang dikait oleh jiwa. Karena jika tidak, bisa saja kita terlena dalam lubang-lubang keangkuhan.  Dewasa adalah sebuah proses yang dilahirkan dari waktu dan proses itu sendiri. Lahir ketika kita yang dulunya anak-anak, sekarang menjadi dewasa dengan pergantian waktu, kita yang dulunya cupu sekarang menjadi dewasa dengan berbagai persoalan. Waktu itu, aku mengikuti sebuah workshop tentang kepenulisan. Dimana aku yang notabenenya adalah mahasiswa luar daerah yang pulang kampung dan mengikuti workshop tersebut bersama teman-teman dari dalam daerah.  Aku tak tahu apakah aku sombong atau tidak. yang jelas, ada sedikit rasa yang menaikkan dirinya dalam dada. Aku cepat-cepat menghentikan rasa itu. Karena ku tau, itu akan berdampak negatif jika dibiarkan berkepanjangan. Pemateri pertama dalam workshop kali ini adalah salah seeorang putra daerah yang telah sukses di dunia luar. Hadir dengan segud...

Wajar, manusia.

     "Beberapa pucuk perlu dipatahkan, agar muncul terubusan tunas-tunas baru".       Seseorang perlu merasakan pahitnya kekalahan, agar nikmat dalam merasakan kemenangan. Tuhan sengaja membuat hidup naik turun, agar kita merasakan jelasnya perbedaan dibawah dengan apa yang diatas. Menderita adalah jalan terbaik untuk menuju kesuksesan. Tiada kesusesan yang dapat diraih dengan kesenangan belaka, dengan berleha.      Melalui cobaan yang dihadirkan tuhan, barulah kita bisa melihat kekuatan penuh yang kita miliki. Waktu itu, kita berjuang mati-matian. Selebihnya tuhan yang akan menyelesaikan.      Begitulah kira-kira.      Kita boleh patah, semangat tak boleh kalah. Titil terendah, adalah titik terbaik untuk meninggi. Karena yang maha tinggi, meminta kita mendekat dengan-Nya dengan menunduk.      Kita tahu kehidupan seperti roda yang berputar, tetapi kita sering lupa akan hal itu. Benar-benar lu...

Cinta dan permusuhan.

     Sepertinya kita mesti banyak berlapang dengan hati. Membukanya perlahan, agar kelihatan apa yang di sekeliling. Mata hati. Namanya juga mata, tidak punya kemampuan meliahat apa yang jauh. Yang terhalang oleh kabut tebal yang menutupi perbukitan di luar sana. Mata semestinya kita gunakan untuk melihat apa yang ada di sekeliling kita. Ya, sekeliling. Artinya dekat. Kita terlalu sering memaksakan untuk melihat sesuatu yang besar, hingga mata kita tertutupi.      Perlahan kita gunakan mata kita untuk menikmati hal-hal sederhana yang terjadi di sekitar. Hal-hal kecil yang sebelumnya hanya kita anggap sebagai sesuatu yang tidak perlu dilihat, sehingga kita hanya menggunakan sebelah mata untuk melihatnya. Lebih dalam lagi, kita tidak berniat membuka mata hati untuk melihat yang sederhana.      Sekarang kita bisa mencobanya. Coba sisihkan waktu untuk melihat orang-orang yang sering bersama kita setiap hari. Dengan hal-hal sederhana yang mereka...

Teori Penyelesaian Masalah.

     Bukan nepel namanya kalau tidak gelisah berlebihan jika belum menyelesaikan suatu pekerjaan. Dua bulan kedepan, ada beberapa agenda besar yang harus diselesaikan. Ditambah lagi tugas kuliah dan embel-embel ujian yang serba tiba-tiba.      Selalu bergitu, setiap waktu. Berlebihan memikirkan sesuatu akan berdampak buruk dan mengganggu hari-hari nepel. Serangan di pikirannya seolah menusuk pikirannya, membuat hatinya terbelenggu dan jantungnya berdetak tak menentu.      Pengalaman sedari dulu, nefel selalu menyelesaikan tugasnya. Mau tidak mau, siap tidak siap, kegelisahan nepel selalu dilahap oleh waktu. Setelah diselesaikan oleh waktu,barulah nepel bahagia sementara sebelum perkerjaan dan masalah lain berjejer di muka. Seolah berkata "Selesaikan aku".      Karena sejatinya, kita hidup adalah untuk menyelesaikan masalah. Dia datang silih berganti. Kadang dia datang dengan bobot yang berat, kadang hanya hal yang se...

Aku Sebuah Buku

Aku sebuah buku. Engkau bebas menuliskan apapun padaku Engkau bebas mau menjadi tokoh apapun disetiap ceritaku Apakah itu sosok inspiratif, penyayang, pemarah, baperan, sekalipun sosok yang konyol Semua itu tertulis dalam diriku, olehmu. Aku sebuah buku. Jangan pernah nilai aku dari coverku Kenalilah aku lebih dekat dengan membacaku, jangan dari mulut orang lain Jangan baca aku setengah-setengah Karena nanti kau tak dapat amanat di ujung kisah Kau boleh mengutip kata-kata bijakku, juga belajar banyak dari setiap kisah yang digoreskan padaku Aku sebuah buku Aku bisa menjadi baik, pun bisa menjadi buruk Aku bisa memotivasi, juga bisa menjadi aliran nasionalis kiri Kadang tertulis dalam diriku, tentang sosok idealis, juga tak lupa tentang sosok yang agamis Aku sebuah buku Aku bisa membuatmu baper setengah mati, juga benci sepenuh hati Aku siap menjadi pelabuhan untuk setiap kisah, karya, prestasi juga cinta gilamu. Semua tergantung padamu Mau membaca atau menulis...